Thu, Nov 28 | Bintaro Dog Lovers

Genang

Genang membawa kita berdiri bersama, melihat hal yang sama, dan merasakan dunia yang sama tanpa paksaan. Melalui genang kita diingatkan kembali mengenai hal-hal yang mendasar dalam kehidupan kita, dan mungkin inklusivitas yang kita cari sesungguhnya tersimpan dalam angan.
Registration is Closed
Genang

Time & Location

Nov 28, 2019, 8:00 AM – Dec 07, 2019, 8:00 PM
Bintaro Dog Lovers, Valey Parking Telaga Sampireun, Pd. Ranji, Kec. Ciputat Tim., Kota Tangerang Selatan, Banten 15412, Indonesia

About the Event

Inklusivitas, sebuah kata yang tak terlalu sering terdengar di keseharian. Seringkali secara tak langsung

diidentifikasikan sebagai kontras dari kata yang lebih sering terdengar, yaitu eksklusivitas. Tak heran,

ketika membicarakan inklusivitas, yang terbayang adalah bagaimana kaum-kaum “besar” terpisahkan dari

kaum-kaum yang lebih “kecil” oleh karena eksklusivitas. Suatu konotasi negatif yang mungkin tanpa sadar

membekas.

Apakah benar ini realitanya? Ataukah kemampuan kita begitu terbatas dalam melihat realita kehidupan

yang sejatinya memang inklusif? Inklusivitas, rasanya bukanlah sebuah kenyataan yang hitam putih.

Inklusivitas adalah sebuah perasaan yang tercipta dengan sendirinya, lewat cara kita memandang

perbedaan di kehidupan kita. Ketika kita terbangun, bernafas, merasakan panas nya hari ini, melihat atau

mendengar meriahnya suatu pertunjukkan di ruang publik, bukankah itu yang menggambarkan

inklusivitas kita?

Genang, sebuah instalasi dengan air sebagai elemen utamanya, merupakan tempat berhenti dan

menyadari kembali arti besar dari inklusivitas. Air yang tergenang dalam wadah, secara visual

merefleksikan keadaan di sekitarnya tanpa pretensi. Skala wadah yang merespon lingkungan sekitarnya

menghadirkan suasana netral yang membawa kita ke dalam sebuah interaksi sosial yang jujur.

Genang membawa kita berdiri bersama, melihat hal yang sama, merasakan dunia yang sama tanpa

paksaan. Melalui genang kita diingatkan kembali mengenai hal-hal yang mendasar dalam kehidupan kita

dan mungkin iklusivitas yang kita cari sesungguhnya tersimpan dalam angan.